Uncategorized18 November 20245 menit baca

Menerjemahkan Research Gap menjadi Research Questions

Admin

Admin

Penulis

Blog Cover

Salah satu tantangan terbesar bagi peneliti pascasarjana adalah menerjemahkan research gap yang telah diidentifikasi menjadi research questions (pertanyaan penelitian) yang tepat dan bermakna. Proses ini memerlukan ketelitian dan pemahaman mendalam tentang hubungan antara celah penelitian yang ditemukan dengan pertanyaan yang akan dijawab melalui penelitian. Artikel ini menyajikan panduan sistematis tentang bagaimana mengubah research gap menjadi research questions yang efektif.

Research gap merupakan area atau aspek dalam bidang penelitian yang belum dieksplorasi secara memadai atau memerlukan investigasi lebih lanjut. Sebelum mulai merumuskan pertanyaan penelitian, penting untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang:

  • Apa yang sudah diketahui dalam bidang penelitian
  • Apa yang belum diketahui atau belum dijelaskan
  • Di mana letak keterbatasan penelitian sebelumnya
  • Apa yang perlu dipelajari lebih lanjut

Karakteristik Research Questions yang Baik Pertanyaan penelitian yang efektif harus memiliki karakteristik berikut:

  1. Spesifik dan terfokus
  2. Dapat dijawab melalui penelitian
  3. Relevan dengan bidang studi
  4. Berkontribusi pada pengetahuan baru
  5. Layak dilaksanakan dalam konteks penelitian

Proses Transformasi Gap ke Questions Berikut adalah langkah-langkah sistematis dalam mengubah research gap menjadi research questions:

1. Identifikasi Komponen Gap

  • Tentukan aspek spesifik dari gap
  • Identifikasi variabel atau konsep kunci
  • Pahami konteks dan batasan gap

2. Analisis Kedalaman Gap

  • Evaluasi seberapa signifikan gap tersebut
  • Tentukan aspek yang paling penting untuk diteliti
  • Pertimbangkan implikasi teoretis dan praktis

3. Formulasi Pertanyaan Awal

  • Buat draf pertanyaan penelitian
  • Pastikan pertanyaan mencerminkan gap
  • Gunakan kata tanya yang tepat (bagaimana, mengapa, apa)

4. Penyempurnaan Pertanyaan

  • Evaluasi kejelasan dan ketepatan bahasa
  • Pastikan pertanyaan dapat dijawab
  • Sesuaikan dengan scope penelitian

Tips Praktis Pengembangan Research Questions

1. Gunakan Framework FINER

  • Feasible (dapat dilaksanakan)
  • Interesting (menarik)
  • Novel (baru)
  • Ethical (etis)
  • Relevant (relevan)

2. Pertimbangkan Aspek Metodologis

  • Sesuaikan dengan metode penelitian yang akan digunakan
  • Pastikan data yang diperlukan dapat diperoleh
  • Pertimbangkan keterbatasan waktu dan sumber daya

3. Validasi dengan Pembimbing

  • Diskusikan pertanyaan penelitian dengan pembimbing
  • Minta masukan dari pakar bidang terkait
  • Revisi berdasarkan feedback yang diterima

Contoh Transformasi Gap ke Questions

Research Gap: "Kurangnya pemahaman tentang dampak pembelajaran daring terhadap motivasi mahasiswa pascasarjana"

Research Questions:

  1. Bagaimana pembelajaran daring mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa pascasarjana?
  2. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam pembelajaran daring?
  3. Bagaimana strategi adaptasi mahasiswa dalam mempertahankan motivasi selama pembelajaran daring?

Evaluasi dan Penyempurnaan

Setelah merumuskan research questions, lakukan evaluasi dengan kriteria berikut:

  1. Apakah pertanyaan mencerminkan gap yang diidentifikasi?
  2. Apakah pertanyaan dapat dijawab melalui penelitian?
  3. Apakah pertanyaan memiliki signifikansi teoretis dan praktis?
  4. Apakah pertanyaan sesuai dengan scope dan batasan penelitian?

Proses menerjemahkan research gap menjadi research questions merupakan tahap kritis dalam penelitian pascasarjana. Keberhasilan dalam merumuskan pertanyaan penelitian yang tepat akan menentukan arah dan kualitas penelitian secara keseluruhan. Gunakan panduan ini sebagai kerangka kerja, namun tetap fleksibel dalam menyesuaikan dengan kebutuhan spesifik penelitian Anda.

 

Admin

Admin

Penulis

Penulis di Kelas Inovatif.

K

Bergabunglah dengan newsletter kami

Dapatkan pembaruan terbaru langsung ke kotak masuk Anda.