Uncategorized18 November 20245 menit baca

Panduan Menemukan Novelty (Kebaruan ) dan Research gap untuk Mahasiswa Pascasarjana

Admin

Admin

Penulis

Blog Cover

Dalam dunia penelitian akademik, menemukan kebaruan (novelty) dan celah penelitian (research gap) menjadi tantangan utama bagi mahasiswa pascasarjana. Proses ini membutuhkan cara yang teratur dan pemahaman mendalam tentang bidang yang diteliti. Kebaruan dalam penelitian tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, tetapi bisa berupa pengembangan atau perbaikan dari penelitian yang sudah ada dengan cara yang berbeda. Artikel ini akan membahas langkah-langkah efektif untuk menemukan kebaruan dan celah dalam penelitian akademik.

Langkah pertama adalah melakukan kajian pustaka secara menyeluruh. Fokuskan perhatian pada publikasi lima tahun terakhir untuk memahami perkembangan terbaru dalam bidang Anda. Proses ini melibatkan pembacaan kritis artikel-artikel ilmiah, mengidentifikasi arah penelitian terkini, dan mencatat metode yang digunakan. Pemahaman yang lengkap tentang kondisi terkini dalam bidang penelitian menjadi dasar penting dalam menemukan celah penelitian.

Celah penelitian dapat ditemukan dengan menganalisis keterbatasan dan saran untuk penelitian lanjutan yang ada dalam penelitian sebelumnya. Perhatikan bagian diskusi dan kesimpulan dari artikel-artikel terkait, karena bagian ini sering mengungkap area yang masih perlu diteliti lebih lanjut. Catat pola atau tema yang sering muncul dalam saran penelitian lanjutan, karena ini bisa menunjukkan kebutuhan yang belum terpenuhi dalam bidang tersebut.

Cara baru dalam metodologi penelitian bisa menjadi sumber kebaruan yang penting. Pertimbangkan penggunaan metode baru atau gabungan metode yang belum pernah dicoba dalam konteks penelitian Anda. Ini bisa termasuk penggunaan teknologi baru, pendekatan antar bidang ilmu, atau penyesuaian metode dari bidang lain. Kebaruan dalam metode harus didukung alasan kuat tentang bagaimana cara baru ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang masalah penelitian.

Kontribusi khusus penelitian perlu dijelaskan dengan jelas dan didukung argumentasi yang kuat. Jelaskan bagaimana penelitian Anda mengisi celah dalam pengetahuan yang ada atau memberikan cara pandang baru terhadap masalah yang sudah ada. Kontribusi ini bisa berupa pengembangan teori, perbaikan metode, atau penerapan praktis yang inovatif. Penting untuk menunjukkan bahwa kontribusi ini tidak hanya penting secara akademis tetapi juga relevan dengan kebutuhan praktis.

Dampak potensial penelitian menjadi aspek penting dalam menilai kebaruan. Pertimbangkan bagaimana hasil penelitian Anda dapat mempengaruhi bidang akademik, praktik profesional, atau masyarakat secara luas. Jelaskan manfaat teoretis dan praktis dari penelitian Anda, serta bagaimana hasilnya dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah nyata atau meningkatkan pemahaman dalam bidang tersebut.

Dukungan referensi yang kuat sangat penting dalam membangun argumentasi kebaruan. Gunakan sumber-sumber terpercaya dan terkini, termasuk artikel dari jurnal bereputasi, buku-buku akademik, dan laporan penelitian. Referensi tidak hanya berfungsi sebagai bukti pendukung tetapi juga menunjukkan pemahaman mendalam Anda tentang bidang penelitian dan posisi penelitian Anda dalam konteks yang lebih luas.

Pengembangan ide penelitian yang inovatif sering memerlukan pandangan dari berbagai bidang ilmu. Jelajahi bagaimana konsep atau metode dari bidang lain dapat memberikan wawasan baru dalam penelitian Anda. Pendekatan lintas bidang dapat membuka peluang untuk kebaruan yang signifikan dan memberikan cara pandang segar terhadap masalah penelitian yang sudah ada.

Validasi ide penelitian melalui diskusi dengan pakar dan pembimbing merupakan langkah penting. Presentasikan ide Anda dalam seminar atau konferensi untuk mendapatkan masukan dari komunitas akademik. Umpan balik dari para ahli dapat membantu mempertajam fokus penelitian dan memvalidasi kebaruan yang diusulkan. Proses ini juga dapat mengungkap aspek-aspek yang mungkin terlewatkan dalam analisis awal.

Dokumentasikan proses pencarian kebaruan dan celah penelitian dengan baik. Catat semua sumber yang digunakan, argumentasi yang dikembangkan, dan umpan balik yang diterima. Dokumentasi yang baik tidak hanya membantu dalam penulisan proposal penelitian tetapi juga memberikan dasar yang kuat untuk mempertahankan kebaruan penelitian Anda. Ingat bahwa menemukan kebaruan adalah proses berulang yang memerlukan kesabaran, ketekunan, dan pemikiran kritis.

Admin

Admin

Penulis

Penulis di Kelas Inovatif.

K

Bergabunglah dengan newsletter kami

Dapatkan pembaruan terbaru langsung ke kotak masuk Anda.