
Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI) telah menjadi pendorong utama transformasi digital di berbagai sektor, termasuk pemerintahan. Di Indonesia, implementasi AI dalam layanan publik berpotensi meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Penerapan AI dalam Layanan Publik
Pemerintah Indonesia telah menyadari pentingnya integrasi AI dan Big Data dalam transformasi digital. Perwujudan smart government menjadi tahap awal penguatan transformasi digital nasional, sebagaimana tercantum dalam UU No. 59/2024 tentang RPJPN Tahun 2025-2045. Tahap ini akan memanfaatkan AI dan Big Data pada sektor prioritas dalam layanan digital pemerintah.
Beberapa contoh penerapan AI dalam layanan publik meliputi:- Otomatisasi Tugas Administratif: AI digunakan untuk mengotomatisasi tugas rutin seperti pemrosesan dokumen dan pengolahan data, sehingga pegawai pemerintah dapat fokus pada tugas yang lebih kompleks dan bernilai tambah.
- Chatbot dan Asisten Virtual: Lembaga pemerintah memanfaatkan chatbot dan asisten virtual berbasis AI untuk memberikan pelayanan publik yang responsif, seperti menjawab pertanyaan masyarakat secara real-time.
- Analisis Data untuk Pengambilan Keputusan: AI mampu menganalisis data dalam skala besar, membantu pemerintah dalam membuat keputusan yang lebih tepat dan efektif, serta meningkatkan kualitas kebijakan publik.
Penerapan AI dalam pemerintahan membawa berbagai manfaat, antara lain:
- Peningkatan Efisiensi: AI dapat melakukan tugas dengan cepat dan akurat, mengurangi beban kerja manual, dan mempercepat proses pelayanan publik.
- Transparansi dan Akuntabilitas: Dengan analisis data yang lebih baik, pemerintah dapat memberikan informasi yang lebih jelas kepada masyarakat tentang bagaimana layanan diberikan dan di mana anggaran dialokasikan, membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat.
- Peningkatan Kualitas Layanan: AI memungkinkan pemerintah menyediakan layanan yang lebih responsif dan sesuai dengan kebutuhan individu, meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan publik.
Meskipun memiliki banyak manfaat, implementasi AI dalam pemerintahan di Indonesia menghadapi beberapa tantangan, seperti:
- Keterbatasan Kompetensi Digital: Masih terbatasnya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki keterampilan digital menjadi hambatan dalam penerapan AI. Oleh karena itu, upskilling dan reskilling ASN menjadi prioritas untuk mendukung transformasi digital.
- Kebutuhan Regulasi yang Jelas: Pemerintah perlu merumuskan regulasi yang mengatur penggunaan AI secara etis dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, memastikan bahwa teknologi ini digunakan untuk kebaikan bersama.
Dengan strategi nasional yang telah dirumuskan, Indonesia berkomitmen membangun ekosistem AI yang kuat hingga tahun 2045. Dukungan pemerintah dalam optimalisasi transformasi digital diharapkan dapat meningkatkan kontribusi AI terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, dengan proyeksi peningkatan PDB sekitar 12% atau sebesar USD366 miliar pada tahun 2030.
Implementasi AI dalam pemerintahan Indonesia merupakan langkah strategis menuju layanan publik yang lebih efisien, transparan, dan responsif. Dengan komitmen dan upaya bersama, transformasi ini akan membawa manfaat signifikan bagi masyarakat dan pembangunan nasional.


